Showing posts with label Kimia Fisik. Show all posts
Showing posts with label Kimia Fisik. Show all posts

Wednesday, 26 December 2012

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIK II ISOTERM ADSORPSI


Tujuan
·      Menentukan isoterm adsorpsi menurut Freundlich bagi proses adsorpsi asam asetat pada arang.

Friday, 14 September 2012

VISKOSITAS SEBAGAI FUNGSI SUHU


I. Tujuan
Menentukan viskositas cairan dengan metode Oswald. Mempelajari pengaruh suhu terhadap vikositas cairan.

II. Teori

            Setiap fluida, gas atau cairan, memiliki suatu sifat yang dikenal sebagai viskositas yang dapat didefinisikan sebagai tahanan yang dapat dilakukan suatu lapisan fluida terhadap suatu lapisan lainnya.
            Pada aliran laminer, fluida dalam pipa dapat dianggap terdiri atas lapisan molekul-molekul yang bergerak satu di atas yang lainnya dengan kecepatan berbeda-beda. Profil kecepatan pelbagai lapisan ini berbentuk parabola dengan kecepatan paling tinggi terdapat pada bagian tengah pipa.
            Metode  Oswald merupakan suatu variasi dari metode Poiseuille.

SOL LIOFIL


I.Tujuan
Mempelajari sifat sol liofil dan menentukan titik isoelektrik melalui pengamatan viskositas.

II. Teori

Sistem koloid adalah sistem berfasa dua, fasa yang satu terdispersi di dalam fasa yang lain. Bila sebagai fasa terdispersi berupa zat padat dan medium pendispersinya berupa cairan maka sistem koloid ini disebut sol.  Dalam sistem ini, partikel-partikel fasa terdispersi tidak menggumpal atau mengendap. Hal ini disebabkan karena sol mempunyai kestabilan tertentu.  Berdasarkan kestabilan itu dapat  dibedakan dua jenis sol liofil dan liofob.
            Kestabilan sol liofob disebabkan adanya lapisan rangkap listrik pada antar muka partikel dan medium pendispersinya.  Permukaan partikel-partikel terdispersi dapat mengadsorpsi ion-ion tertentu sehingga akan memiliki muatan listrik sejenis dan akan saling tolak-menolak antar sesamanya. Jadi adanya sedikit elektrolit akan menstabilkan sol liofob.

PENGENDAPAN TIMBAL BALIK SOL HIDROFOB


I.Tujuan

Mempelajari pengaruh timbal balik dari dua sol hidrofob yang berlawanan muatan.
Menentukan konsentrasi relatif kedua sol hidrofob tersebut pada saat terjadi pengendapan timbal-balik sempurna.

II. Teori
            Sol adalah sebutan untuk sistem koloid dengan fasa terdispersi zat padat dan medium pendispersi zat cair. Partikel-partikel fasa terdispersi tidak menggumpal dan mengendap, hal ini disebabkan karena sol mempunyai kestabilan tertentu.  Berdasarkan kestabilan ini sol dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:  a. Sol liofob dan (hidrofob kalau mediumnya air)
           b. Sol liofil (hidrofil kalau mediumnya air)

ISOTERM ADSORPSI

I. Tujuan
 Menentukan isoterm adsorpsi menurut Frendlich bagi proses adsorpsi asam asetat pada arang

II. Teori

Adsorpsi adalah pengumpulan molekul-molekul suatu zat pada permukaan zat lain, sebagai akibat dari ketidakjenuhan gaya-gaya pada permukaan tersebut.
Untuk proses adsorpsi dalam larutan, jumlah zat yang teradsorpsi bergantung pada beberapa faktor :
  1. jenis adsorben
  2. jenis adsorbat
  3. Luas permukaan adsorben
  4. Konsentrasi zat terlarut
  5. Temperatur
Bagi suatu sistem adsorpsi tertentu, hubungan antara banyaknya zat yang teradsorpsi persatuan luas atau per satuan berat adsorben, dengan konsentrasi zat terlarut pada tempetarur tertentu, disebut Isoterm adsorpsi.

III. Peralatan dan Zat Yang Digunakan

Erlenmeyer                      250 ml           7 buah
Erlenmeyer tertutup         250 ml           6  buah
Pipet volum                   10 ml,  25 ml    1 buah
Pipet ukur                       25 ml                 1 buah
Buret + klem
Botol semprot
Batang pengaduk
Spatula
Pipet tetes, termometer 100ÂșC
Zat kimia
Larutan asam asetat 0,5 M sampai dengan 0,0156 M atau
Larutan HCl 0,5 M sampai dengan 0,0156 M
Larutan standar NaOH 0,1 M
Karbon aktif
Indikator fenolftalein

IV. Cara Pengerjaan
  1. Aktifkan arang denga memanaskannya dalam cawan porselin.  Masukkan ke dalam erlenmeyer tertutup masing- masing 1 gram arang, yang ditimbang dengan ketelitian 1 gram.
  2. Sediakan larutan asam dengan konsentrasi  0,500 M, 0,250 M , 0,125 M, 0,0625 M ,  0,0313 M,  0,0156 M, masing-masing sebanyak 100 ml.  Masukkan masing-masing larutan kedalam erlenmeyer yang berisi arang. Tutup labu-labu ini dan biarkan selama  setengah jam. Selama setengah jam ini kocok larutan selama 1 menit secara teratur selama 10 menit.
  3. Catat temperatur selama percobaan dan jaga agar tidak terjadi perubahan temperatur yang terlalu besar.
  4. Saring tiap larutan dengan kertas saring kering
  5. Titrasi larutan filtrat.

TEGANGAN PERMUKAAN CAIRAN

I. Tujuan
Menentukan tegangan permukaan cairan tunggal atau larutan. Menentukan tegangan antar muka dua cairan yang saling tak campur.

II.  Latar Belakang Teori
            Molekul pada permukaan mengalami tarikan ke arah dalam rongga cairan, karena gaya tarik-menarik oleh uap molekul-molekul dari dalam fasa rongga lebih kuat dibandingkan dengan tarikan oleh molekul-molekul dari fasa uapnya yang ada di atas permukaan cairan.  Akibat tarikan ini, maka permukaan cairan tersebut akan mempunyai tegangan permukaan.
            Tegangan permukaan didefinisikan sebagai gaya persatuan panjang yang bekerja pada permukaan untuk melawan pembesaran permukaan, atau sebagai energi persatuan luas yang diperlukan untuk memperluas permukaan sebesar satu satuan luas pada suhu, tekanan dan komposisi tetap.

Thursday, 13 September 2012

PENGENDAPAN SOL HIDROFOB OLEH ELEKTROLIT




1. Tujuan

Mempelajari pengaruh penambahan elektrolit pada sol hidrofob.  Menentukan nilai pengendapan ion-ion bervalensi satu, dua atau tiga terhadap sol hidrofob tertentu.

II. Teori

            Salah satu sifat partikel dispersi koloid dalam medium polar ialah memiliki muatan listrik pada permukaannya. Permukaan bermuatan ini mempengaruhi distribusi ion terdekat dalam medium pendispersi. Ion dengan muatan yang sama tertolak menjauhi permukaan. Akibat hal di atas dan akibat gerakan partikel karena panas timbul lapis rangkap listrik dan distribusi muatan yang baur di sekitarnya.
            Kestabilan sol hidrofob disebabkan oleh muatan sejenis dari partikel-partikel terdispersi, hingga terjadi tolak menolak antar partikel, dan adanya laisan rangkap listrik antara partikel terdispersi dan medium pendispersinya.

III  Peralatan yang Digunakan

Tabung reaksi + rak tabung reaksi
Pipet ukur 10 mL
Gelas kimia   150 ml
Buret + klem
Botol semprot
Sikat tabung reaksi




IV. Zat Kimia Yang Digunakan

Sol hidrofob positif (sol besi (III) oksida)
Sol hidrofob negative  (sol arsen sulfide)
Larutan elektrolit:
NaF  0,2 M
MgSO4    0,05 M
Al2(SO4)3   0,0005 M
Na3PO4     0,0005 M

V. Cara Kerja
Ambil larutan- larutan elektrolit NaF 0,2 M,  MgSO4 0,005 M dan Na3PO4  0,0005 M.  Dalam tabung reaksi yang bersih dan kering, buatlah campuran masing-masing larutan elektrolit seperti di bawah ini.
No tabung
I
II
III
IV
V
mL elektrolit
1
2
3
4
5
Ml air
4
3
2
1
0

Pada tiap tabung reaksi di atas tambahkan masing-masing 5 mL sol besi (III) oksida kemudian campurkan kedua larutan baik-baik dengan membalik-balikkan tabung reaksi 2-3 kali (jangan dikocok). Setelah 15 menit amati pada tabung mana terjadi pengendapan sempurna,  Untuk mendapatkan nilai pengendapan dengan ketelitian  lebih besar, susunlah beberapa tabung lagi dengan variasi lebih kecil dari semula.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Catatan Informatika