Tuesday, 9 April 2013

ALAT PELINDUNG DIRI




Secara sederhana yang dimaksud dengan Alat Pelindung Diri (APD) adalah “seperangkat alat yang digunakan tenaga kerja untuk melindungi sebagian atau seluruh tubuhnya dari adanya potensi bahaya/kecelakaan kerja”. APD tidaklah secara sempurna dapat melindungi tubuhnya, tetapi akan dapat mengurangi tingkat keparahan yang mungkin terjadi. Pengendalian ini sebaiknya tetap dipadukan dan sebagai pelengkap pengendalian teknis maupun pengendalian administratif.
Fungsi alat Pelindung Diri yaitu untuk mengisolasi tubuh pekerja terhadap keterpaan bahan kimia berbahaya. Pemekaian alat pelindug diri merupakan cara pengendalian setelah mengisolasi emisi polutan telah maksimum atau gagal.
1. PERLINDUNGAN KEPALA (safety helmet)
a.  Kelas A
Dirancang untuk melindungi kepala dari benda yang jatuh dan melindungi dari arus listrik sampai 2.200 volt. 
b.  Kelas B
Dirancang untuk melindungi kepala dari benda yang jatuh dan melindungi dari arus listrik sampai 20.000.
c. Kelas C 
Dirancang untuk melindungi kepala dari benda yang jatuh, tetapi tidak melindungi dari kejutan listrik dan tidak melindungi dari bahan korosif volt. 
d. Bump Cap
Terbuat dari plastic untuk melindungi kepala dari tabrakan dengan benda yang menonjol.
2. PERLINDUNGAN MATA (Safety Glasses)
Proteksi mata dan wajah merupakan persyaratan yang mutlak yang harus dikenakan oleh pemakai dikala bekerja dengan bahan kimia. Hal ini dimaksud untuk melindungi mata dan wajah dari kecelakaan sebagai akibat dari tumpahan bahan kimia, uap kimia, dan radiasi.


Secara umum perlindungan mata terdiri dari :
·         Kacamata pelindung

·        
Goggle


Kacamata pelindung


            Goggle
·         Pelindung wajah
·         Pelindung mata special
Yaitu goggle yang menyatu dengan masker khusus untuk melindungi mata dan wajah dari radiasi dan bahaya laser. Perlindungan dengan goggles lebih aman daripada kaca mata karena goggles lebih kuat terikat dan lebih banyak bagian muka yang terlindung daripada kacamata. Tetapi kacamata lebih enak dipakai daripada goggles. Oleh karena itu dibanyak laboratorium, pemakaian kacamata diwajibkan bagi para pekerjaatau mahasiswa sebagai persyaratan minimal pelindung mata. Goggles dipakai untuk percobaan yang mungkin amat berbahaya bagi mata. Lensa pada kacamata atau goggles terbuat dari plastik atau kaca yang anti pecah.

3. PERLINDUNGAN WAJAH
a. Goggles.
b. Face shield.
Digunakan pada operasi peleburan logam,percikan bahan kimia, atau parkel yang melayang.









 c.Welding Helmets (topeng las)
Topeng las memakai lensa absorpsi khusus yang menyaring cahaya yang terang dan energi radiasi yang dihasilkan selama operasi pengelasan. 


4. PERLINDUNGAN PERNAFASAN
Kontaminasi bahan kimia yang paling sering masuk ke dalam tubuh manusia adalah lewat pernafasan. Banyak sekali partikel-partikel udara, debu, uap dan gas yang dapat membahayakan pernafasan. Laboratorium merupakan salah satu tempat kerja dengan bahan kimia yang memberikan efek kontaminasi tersebut. Oleh karena itu, para pekerjanya harus memakai perlindungan pernafasan, atau yang lebih dikenal dengan sebutan masker, yang sesuai. Pemilihan masker yang sesuai didasarkan pada jenis kontaminasi, kosentrasi, dan batas paparan.
Alat Pelindung Pernafasan berguna untuk melindungi pernafasan terhadap gas, uap, debu, atau udara yang terkontaminasi di tempat kerja yang dapat bersifat racun, korosi ataupun rangsangan. Masker untuk melindungi debu / partikel-partikel yang lebih besar yang masuk kedalam pernafasan, dapat terbuat dari kain dengan ukuran pori-pori tertentu. Bergantung pada jenis dan kadar pencemar, ada beberapa jenis respirator, yaitu :
§  Respirator pemurni udara
Membersihkan udara dengan cara menyaring atau menyerap kontaminan dengan toksinitas rendah sebelum memasuki sistim pernafasan, alat
pembersihnya terdiri dari filter untuk menangkap debu dari udara atau tabung kimia yang dapat menyerap gas, uap dan kabut.
Jenis fiter atau kanister yang dipakai bergantung pada jenis kontaminan yang ada. Kontaminan debu dapat disaring dengan fiter mekanik. Semakin halus filter, semakin kecil ukuran debu yang dapat diambil. Kain verban yang biasa dipakai para pekerja, hanya efektif untuk partikel debu yang besar, dan tentu saja tidak bermanfaat untuk kontaminasigas atau uap beracun. Untuk gas dan uap beracun dipakai kanister yang dapat menyerapgas-gas tersebut secara kimia atau fisika. Dengan sendirinya kanister kan berbeda untuk gas atau uap yang berlainan pula. Biasanya kanister tersebut diberi warna yang berbeda sesuai kemampuan penyerapan gas, seperti :
Gas asam                                            : putih
Gas asam sianida                            : putih dengan strip hijau
Gas klor                                                     : putih dengan stri kuning
Uap Organik                                   : hitam
Gas amonia                                    : hijau
Gas karbon monoksida                     : biru
Gas asam dan uap organik               : kuning
Gas asam, uap organik dan amonia : cokelat
Kanister-kanister tersebut dapat di copot dan dipasang kembali sesai dengan kebutuhan. Karena kanister mengandung bahan penyerap, maka umur/ daya pakai juga bergantung pada lama pemakaian dan besarnya kadar kontaminan. Meskipun pemakaian kanister terbatas umur pakainya, tetapi cukup praktis dan aman sehingga banyak dipakai secara rutin. Tetapi peralatan ini tidak dapat mengatasi adanya difesiensi (pengurangan) oksigen. Untuk itu dipakai pelindung pernapasan kedua dengan pemasok (supply) uadara atau oksigen.
§  Respirator dengan pemasok udara
Peralatan ini mirip peralatan pernapasan untuk para penyelam, dimana disediakan udara/oksigen untuk pernapasan. Alat pelindung demikian diperlukan untuk bekerja dalam ruang yang mungkin berkadar oksigen rendah seperti ruang tertutup atau ruang terpolusi berat, seperti adanya gas aspiksian (N2 metan CO2) atau aspiksian kimia (NH3, CO, HCN) pada kosentrasi tinggi. Pemasokudara pernapasan berupa udara tekan, dapat dipakai selama 30 menit sampai 1 jam dan udara atau oksigen cair untuk perlindungan antara 1-2 jam.

5. PERLINDUNGAN TANGAN
Diperkirakan hampir 20% dari seluruh kecelakaan yang menyebabkan cacat adalah tangan. Kontak dengan bahan kimia Kaustik atau beracun, bahan-bahan biologis, sumber listrik, atau benda dengan suhu yang sangat dingin atau sangat panas dapat menyebabkan iritasi atau membakar tangan.
Jenis-jenis sarung tangan : 
·         Sarung Tangan Metal Mesh
Sarung metal masih tahan terhadap ujung yang lancip.
·         Sarung tangan Kulit
Sarung tangan yang terbuat dari kulit ini akan melindungi tangan dari  permukaan kasar.
·         Sarung tangan Vinyl dan neoprene
Melindungi tangan terhadap bahan kimia beracun.



·         Sarung tangan Padded Cloth
Melindungi tangan dari ujung yang tajam, pecahan gelas, kotoran dan Vibrasi.
·         Sarung tangan Heat resistent
Mencegah terkena panas dan api.



·         Sarung tangan karet
Melindungi saat bekerja disekitar arus listrik karena karet merupakan isolator (bukan penghantar listrik) 
·         Sarung tangan Latex disposable
Melindungi tangan dari Germ dan bakteri, sarung tangan ini hanya untuk sekali pakai.


·         Sarung tangan lead lined
Digunakan untuk melindungi tangan dari sumber radiasi. 

6.    PERLINDUNGAN KAKI
Hal-hal yang dapat menyebabkan kecelakaan pada kaki salah satunya adalah akibat bahan kimia. Cairan seperti asam, basa, dan logan cair dapat menetes ke kaki dan sepatu. Bahan berbahaya tersebut dapat menyebabkan luka bakar akibat bahan kimia dan panas. Banyak jenis jenis sepatu keselamatan dan diantaranya adalah :
·         Sepatu Latex/Karet
Sepatu ini tahan bahan kimia dan memberikan daya tarik extra pada permukaan licin.
·         Sepatu Buthyl
Sepatu Buthyl yang melindungi kaki terhadap ketone, aldehyde, alcohol, asam, garam, dan basa. 
·         Sepatu Vinyl
Tahan terhadap pelarut, asam, basa, garam, air, pelumas dan darah. 
·         Sepatu Nitrile
Sepatu nitrile tahan terhadap lemak hewan, oli, dan bahan kimia.

7.    PERLINDUNGAN TELINGA
Pelindung Telinga tidak boleh dianggap enteng terutama untuk praktikan yang bekerja di tempat yang berkondisi bising baik itu dari gesekan benda-benda keras ataupun bunyi-bunyi keras dari mesin. 
Alat Pelindung yang digunakan untuk kondisi seperti ini antara lain:
1)    Ear Phone, system kerja alat Earphone ini yaitu meredam suara.
2)    Sumbat Telinga (Ear plugs )
Sumbat telinga yang baik adalah menahan frekuensi Daya atenuasi (daya lindung) : 25-30 dB, sedangkan frekuensi untuk bicara biasanya (komunikasi) tak terganggu.
3)    Tutup Telinga (Ear muff )
Frekuensi 2800–4000 Hz sampai 42 dB (35–45 dB)Untuk frekuensi biasa 25-30 dB.Untuk keadaan khusus dapat dikombinasikan antara tutup telinga dan sumbat telinga sehingga dapat atenuasi yang lebih tinggi; tapi tak lebih dari 50 dB,karena hantaran suara melalui tulang masih ada.
8.    PERLINDUNGAN BADAN
1)    Jas Laboratorium 
Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika menggunakan jas laboratorium:

a.    kancing jas laboratorium tidak boleh dikenakan dalam kondisi tidak terpasang dan ukuran jas laboratorium pas dengan ukuran badan pemakainya.
b.    Jas laboratorium merupakan pelindung badan dari tumpahan bahan kimia dan api sebelum mengenai kulit pemakainya. Jika jas laboratorium sudah terkontaminasi oleh tumpahan bahan kimia,jas harus segera dilepas.

2)    Apron
Apron digunakan untuk memproteksi diri dari cairan yang bersifat korosif dan mengiritasi. Terbuat dari plastik atau karet. 
3)    Jumpsuits
Jumpsuits atau dikenal dengan sebutan baju parasut ini direkomendasikan untuk dipakai pada kondisi beresiko tinggi (mis., ketika menangani bahan kimia yang bersifat karsinogenik dalam jumlah yang sangat banyak).
Kriteria yang baik untuk jas Laboratorium yaitu:
1.      Nyaman dipakai
2.     Bahan kain yang cukup tebal
3.     Berwarna terang/putih
4.     Berkancing (Non Resleting)
5.     Panjang jas sampai lutut dan dengan lengan sampai pergelangan tangan
6.     Ukurannya tidak terlalu kecil ataupun terlalu besar.





9.    KELEMAHAN ALAT PELINDUNG
1.     Kemampuan perlindungan yang tak sempurna
2.    Fungsi Alat pelindung hanya untuk mengurangi akibat dari kondisi yang berpotensi menimbulkan bahaya.
3.    Tidak menjamin pemakainya bebas kecelakaan
4.    Cara pemakaian Alat pelindungyang salah
5.    Alat Pelindung tak memenuhi persyaratan standar
6.    Alat Pelindung dapat menularkan penyakit, bila dipakai berganti-ganti.

10.    KELEBIHAN ALAT PELINDUNG
1.     Mengurangi resiko akibat kecelakan
2.    Melindungi seluruh/sebagian tubuhnya dari kecelakaan.
3.    Sebagai usaha terakhir apabila sistem pengendalian teknik dan administrasi tidak berfungsi dengan baik.
4.    Memberikan perlindungan bagi praktikan/tenaga kerja di laboratorium.

11.    CARA MEMILIH ALAT PELINDUNG
1.     Sesuai dengan jenis praktikum/pekerjaan dan dalam jumlah yang memadai.
2.    Alat Pelindung yang sesuai standar serta sesuai dengan jenis pekerjaannya harus selalu digunakan selama mengerjakan tugas tersebut atau selama berada di area praktikum/pekerjaan tersebut dilaksanakan.
3.    Melalui pengamatan operasi, proses, dan jenis material yang dipakai

12.    CARA MERAWAT ALAT PELINDUNG
Secara umum
·         meletakkan Alat Pelindung pada tempatnya setelah selesai digunakan.
·         melakukan pembersihan secara berkala.
·         memeriksa Alat pelindung sebelum dipakai untuk mengetahui adanya kerusakan atau tidak layak pakai.
·         memastikan Alat Pelindung yang digunakan aman untuk keselamatan jika tidak sesuai maka perlu diganti dengan yang baru.
·         dijaga keadaannya dengan pemeriksaan rutin yang menyangkut cara penyimpanan, kebersihan serta kondisinya
·         Apabila dalam pemeriksaan tersebut ditemukan alat kerja yang kualitasnya tidak sesuai persyaratan maka alat tersebut ditarik serta tidak dibenarkan untuk dipergunakan

Secara khusus 
Helm Safety / Helm Kerja (Hard hat)
a.    Helm kerja dijaga keadaannya dengan pemeriksaan rutin yang menyangkut cara penyimpanan, kebersihan serta kondisinya.
b.    Apabila dalam pemeriksaan tersebut ditemukan alat helm kerja yang kualitasnya tidak sesuai persyaratan maka alat tersebut ditarik serta tidak dibenarkan untuk dipergunakan (retak-retak,bolong atau tanpa system suspensinya).
Kacamata Safety (Safety Glasses)
a.    Kacamata safety dijaga keadaannya, kebersihannya dengan pemeriksaan rutin.
b.    Penyimpanan masker harus terjamin sehingga terhindar dari debu, kondisi yang ekstrim (terlalu panas atau terlalu dingin), kelembaban atau kemungkinan tercemar bahan-bahan kimia berbahaya.
c.    Apabila dalam pemeriksaan tersebut ditemukan kacamata safety yang kualitasnya tidak sesuai persyaratan maka alat tersebut ditarik serta tidak dibenarkan untuk dipergunakan.
Sepatu Safety (Safety Shoes)
a.    Sepatu safety dijaga kebersihan, keadaannya dengan pemeriksaan rutin
b.    Apabila dalam pemeriksaan tersebut ditemukan sepatu safety yang kualitasnya tidak sesuai persyaratan maka alat tersebut ditarik serta tidak dibenarkan untuk dipergunakan.


Masker/ Perlindungan Pernafasan (Mask/ Respiratory Protection)
a.    Pelindung pernafasan dijaga keadaannya , kebersihannya dengan pemeriksaan rutin.
b.    Masker yang sudah tidak layak pakai segera dibuang.
Apabila dalam pemeriksaan tersebut ditemukan alat pelindung pernafasan yang kualitasnya tidak sesuai persyaratan maka alat tersebut ditarik serta tidak dibenarkan untuk dipergunakan.
Sarung tangan
a.    Dijaga keadaannya dengan pemeriksaan rutin.
b.    Penyimpanan sarung tangan harus terjamin sehingga terhindar dari debu, kondisi yang ekstrim (terlalu panas atau terlalu dingin), kelembaban atau kemungkinan tercemar bahan-bahan kimia berbahaya.
c.    Apabila dalam pemeriksaan tersebut ditemukan sarung tangan yang kualitasnya tidak sesuai persyaratan maka alat tersebut ditarik serta tidak dibenarkan untuk dipergunakan

0 komentar:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Catatan Informatika