Showing posts with label Kimia Dasar II. Show all posts
Showing posts with label Kimia Dasar II. Show all posts

Friday, 14 September 2012

Kinetika Kimia


Reaksi kimia berlangsung dengan kecepatan tertentu. Ada reaksi sangat cepat berlangsung seketika, misalnya reaksi ion. Akan tetapi terdapat banyak reaksi, baik untuk senyawa organik atau anorganik yang berlangsung dalam kecepatan yang dapat diukur pada temperatur yang memungkinkan dalam laboratorium studi tentang laju reaksi, suasana yang mempengaruhi laju reaksi dan mekanisme reaksi. Laju reaksi diukur sebagai berkurangnya zat yang beraksi atau bertambahnya zat hasil reaksi. Pada umumnya laju reaksi tergantung pada konsentrasi zat yang bereaksi, temperatur dan katalis. Selain dari itu radiasi dan keadaan fisik pereaksi dapat juga mempengaruhi laju reaksi.
Persamaan yang menyatakan laju sebagai fungsi konsentrasi setiap zat yang mempengaruhi laju reaksi disebut hukum laju atau persamaan laju untuk reaksi. Hukum laju reaksi hanya dapat ditentukan dengan eksperimen dan tidak dapat disimpulkan hanya dari persamaan reaksi.
Telah dikenal bahwa sejumlah reaksi mempunyai laju, pada temperatur tertentu, sebanding dengan konsentrasi dari satu, dua atau mungkin tiga pereaksi yang masing-masing diberi pangkat dengan bilangan kecil yang bulat yang disebut order reaksi. Orde reaksi terhadap suatu pereaksi sama dengan eksponen dalam hukum laju reaksi.

TITRASI ASAM BASA



2.1  Titrasi Asam Basa

Titrasi ini berdasarkan reaksi netralisasi asam dengan basa. Pada titik ekivalen, jumlah yang dititrasi ekivalen dengan jumlah basa yang dipakai. Untuk menentukan titik akivalen ini biasanya dipakai suatu indikator asam basa, yaitu suatu zat yang dapat berubah warnanya tergantung pada pH larutan. Macam indikator yang kita pilih harus sedemikian rupa, sehingga pH titik ekivalen titrasi terdapat pada daerah perubahan warna indikator. Jika pada suatu titrasi dengan indikator tertentu timbul perubahan warna, maka titik akhir telah tercapai. Jadi titik akhir titrasi, ialah saat timbulnya perubahan warna indikator yang dipakai. Titik akhir titrasi tidak selalu berimpit dengan titik ekivalen dan selisihnya disebut kesalahan titrasi.

Dengan pemilihan indikator yang tepat, kita dapat memperkecil kesalahan titrasi ini. Indikator dapat berupa asam atau basa lemah. Indikator asam-basa sedikit terurai dengan air dan perubah warnanya tergantung pada konsentrasi ion hidrogen dalam larutan. Oleh karena pH merupakan ukuran konsentrasi ion hidrogen, perubahan warna indikator bergantung pada pH larutan pada titik ekivalensi

INDIKATOR ASAM BASA


Ada banyak zat yang warnanya dalam larutan tergantung pada suasana pH. Zat yang demikian banyak terdapat dalam tumbuhan. Senyawa-senyawa ini disebut indikator asam-basa yang banyak digunakan untuk menentukan titik akhir tirasi. Beberapa bahan kimia alam merupakan indikator. Bahan-bahan ini dipisahkan dari sumber asalnya untuk mengetahui fungsi dan kinerjanya. Dalam percobaan ini Anda akan melakukan ekstraksi beberapa indikator alam menggunakan etanol atau isopropil alkohol, atau campuran alcohol dengan aseton.
Hampir semua tumbuhan berwarna (pigmen) merupakan indikator. Indikator biasanya terdapat dalam bagian tumbuhan yang berwarna atau gelap, seperti kulit, batang, kulit buah atau kelopak bunga. Daun hijau mengandung klorofil, namun klorofil bukan merupakan indikator kelopak bunga, bukan bunga yang berwarna putih, mengandung indikator. Beberapa contoh bagian tumbuhan yang mengandung indikator seperti daun kol ungu, kulit buah ceri, teh, kulit arbei/strawberi, dan kelopak bunga merupakan sumber penghasil indikator yang baik.

KOLOID


Percobaan 1 : Pembuatan Sol Fe(OH)3 dan Agar-agar

  1. Tujuan
Membuat dan mengamati pembuatan sol Fe(OH)3 dan agar-agar
  1. Alat dan Bahan
    1. Alat     : Gelas kimia 100 mL, pipet tetes, pengaduk kaca, Bunsen + kaki tiga.
    2. Bahan : akuades, larutan FeCl3 jenuh, dan serbuk agar-agar
  2. Langkah Kerja
    1. a. Tuangkan 25 mL akuades ke dalam gelas kimia 100 mL dan panaskan sampai mendidih!
b. Tambahkan 20 tetes larutan FeCl3 jenuh! Panaskan campuran tersebut sambil diaduk perlahan-lahan hingga terbentuk larutan berwarna cokelat merah ! amati hasilnya!
    1. a. Masukkan akuades ke dalam tabung reaksi sebanyak setengah tabung kemudian masukkan 2 gram serbuk agar-agar dalam tabung reaksi tersebut!

SEL ELEKTROKIMIA


Sel volta adalah suatu sel elektriokimia yang terdiri dari dua buah elektroda yang dapat menghasilkan energi listrik akibat terjadinya reaksi redoks secara spontan pada kedua elektroda tersebut.
Elektrolisis adalah peristiwa berlangsungnya reaksi kimia oleh arus listrik. Alat elektrolisis terdiri atas sel elektrolitik yang berisi elektrolit (larutan atau leburan), dan dua elektrode, anode dan katode. Pada anode terjadi reaksi oksidasi sedangkan pada electrode katode terjadi reaksi reduksi.

Percobaan 1 : Sel Elektrolisis
  1. Tujuan
Mengamati peristiwa elektrolisis pada larutan KI
  1. Alat dan Bahan
Alat     : tabung U, Pipet Tetes, dan tabung reaksi
Bahan : larutan KI 0,5 M, fenolftalein, amilum, dan electrode karbon
  1. Langkah Kerja
    1. Lakukan elektrolisis 50 mL larutan KI 0,5 M, sampai terlihat perubahan pada kedua electrode !
    2. Pindahkan larutan dari ruang katode dengan pipet tetes ke dalam dua tabung reaksi! Tambahkan 2 tetes fenolftalein pada tabung 1 dan tambahkan 2 tetes larutan amilum pada tabung 2 ! Catat hasil pengamatan!
    3. Dengan cara yang sama ulangi langkah 2 untuk larutan pada ruang anode!


Kesetimbangan Kimia 2


Percobaan 1: Pengaruh Perubahan Konsentrasi pada Sistem Kesetimbangan
Dalam keadaan setimbang. Konsentrasi masing-masing komponen sistem tidak berubah. Eksperimen ini akan mengamati apakah yang dilakukan oleh suatu sistem kesetimbangan jika konsentrasi satu atau semua komponen diubah oleh ”pihak luar” yang diamati adalah sistem yang terjadi pada pencampuran larutan besi (III) klorida dengan larutan kalium tiosianat :
Fe3+ (aq) + SCN- (aq)                 FeSCN2+ (aq)
                                          Merah

Alat dan Bahan
Ukuran / Satuan
Jumlah
Pengaduk
Gelas kimia
Silinder ukur
Pipet tetes
Larutan FeCI3
Larutan KSCN
Larutan Na2HPO4
Air teh
Tabung reaksi yang sama ukurannya
-
100 cm3
25 cm3
-
1 M
1 M
Jenuh
-
-
1
1
1
2
10 cm3
10 cm3
5 cm3
Gelas
7

Catatan : larutan jenuh Na2HPO4 dapat dibuat dengan melarutkan 12 gram kristal Na2HPO4. 12H2O ke dalam 100 cm3 air.

Kesetimbangan Kimia

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesetimbangan Kimia

Kesetimbangan kimia mempresentasikan suatu kesetaraan antara reaksi maju dan reaksi balik. Dalam kebanyakan kasus, kesetaraan ini sangat rentan.  Perubahan kondisi percobaan dapat mengganggu kesetaraan dan menggeser posisi kesetimbangan sehingga produk yang diinginkan dapat terbentuk lebih banyak atau kurang. Berikut ini adalah variabel-variabel percobaan yang dapat diatur yaitu konsentrasi, volume ,tekanan dan suhu. Di sini kita akan melihat bagaimana variabel-variabel tersebut dapat menggeser kesetimbangan. 
Ada satu aturan umum yang dapat membantu kita kearah mana kesetimbangan akan bergeser jika terjadi perubahan konsentrasi, volume atau tekanan dan suhu. Aturan ini dikenal dengan asas Le Chatelier  yang menyatakan bahwa jika suatu tekanan eksternal diberikan kepada suatu sistem yang setimbang, sistem ini akan menyesuaikan sedemikian rupa untuk mengimbangi sebagian tekanan ini pada saat sistem mencoba setimbang kembali.  Kata tekanan disini yaitu perubahan konsentrasi, volume, tekanan dan suhu yang dapat menggeser sistem dari keadaan setimbangnya.

Kinetika Kimia 2


Percobaan 3: Pengaruh Suhu dan Penentuan Energi Pengaktifan Reaksi Redoks Fe3+ dengan S2O32-
  1. Siapkan 3 buah  gelas kimia 250 mL. Isilah gelas kimia 1 dengan air dingin (ukur suhunya dengan termometer, kira-kira sama dengan suhu kamar, yaitu 25ºC). Isilah gelas kimia 2 dengan air pada suhu 45 ºC. Isilah gelas 3 dengan air bersuhu kira-kira 65 ºC.
  2. Dengan menggunakan gelas ukur 10 mL, masukkan masing-masing 2 mL larutan 0,05 M Fe3+ ke dalam 3 buah tabung reaksi. Tabung 1 diletakkan dalam gelas kimia 1, tabung 2 diletakkan dalam gelas kimia 2 dan tabung 3 diletakkan dalam gelas kimia 3. Biarkan beberapa saat sampai tabung reaksi dan larutan di dalamnya sesuai dengan suhu dalam gelas kimia masing-masing.
  3. Siapkan 3 buah tabung reaksi yang lain dan isilah masing-masing tabung dengan 2 mL larutan 0,1 M S2O32-. Berilah masing-masing tabung reaksi dengan label A, B dan C.
  4. Bekerjalah berpasangan. Salah seorang dari Anda menuangkan isi larutan dalam tabung A ke dalam tabung reaksi 1 dan pada saat yang bersamaan rekan anda menyalakan stopwatch ketika kedua larutan mulai bercampur dan campuran reaksi mulai berwarna gelap. Hentikan stopwatch ketika campuran reaksi menjadi bening seluruhnya. Catat waktu terjadinya perubahan warna tersebut.

Kinetika Kimia


Reaksi kimia berlangsung dengan kecepatan tertentu. Ada reaksi sangat cepat berlangsung seketika, misalnya reaksi ion. Akan tetapi terdapat banyak reaksi, baik untuk senyawa organik atau anorganik yang berlangsung dalam kecepatan yang dapat diukur pada temperatur yang memungkinkan dalam laboratorium studi tentang laju reaksi, suasana yang mempengaruhi laju reaksi dan mekanisme reaksi. Laju reaksi diukur sebagai berkurangnya zat yang beraksi atau bertambahnya zat hasil reaksi. Pada umumnya laju reaksi tergantung pada konsentrasi zat yang bereaksi, temperatur dan katalis. Selain dari itu radiasi dan keadaan fisik pereaksi dapat juga mempengaruhi laju reaksi.
Persamaan yang menyatakan laju sebagai fungsi konsentrasi setiap zat yang mempengaruhi laju reaksi disebut hukum laju atau persamaan laju untuk reaksi. Hukum laju reaksi hanya dapat ditentukan dengan eksperimen dan tidak dapat disimpulkan hanya dari persamaan reaksi.
Telah dikenal bahwa sejumlah reaksi mempunyai laju, pada temperatur tertentu, sebanding dengan konsentrasi dari satu, dua atau mungkin tiga pereaksi yang masing-masing diberi pangkat dengan bilangan kecil yang bulat yang disebut order reaksi. Orde reaksi terhadap suatu pereaksi sama dengan eksponen dalam hukum laju reaksi.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Catatan Informatika